Senin, 06 Desember 2010

Peluang Usaha ”Saklar Pengaman Pada Motor”

a.         Judul
      Peluang Usaha ”Saklar Pengaman Pada Motor”

b.         Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat maka bermuculan perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia, khususnya perusahaan yang memproduksi sepeda motor. Pengguna motor saat ini telah melonjak tajam, jumlahnya telah mencapai lebih dari 8 juta hanya di daerah Jakarta saja. Peningkatan tersebut terjadi karena motor mempunyai fleksibilitas yang tinggi sehingga diminati berbagai kalangan. 
Hal tersebut dapat memberikan kesempatan untuk melakukan tindakan pencurian. Pencurian dapat terjadi dimana saja, pencuri biasanya menunggu kita lengah. Para pengguna motor tidak dapat sepenuhnya mengandalkan jasa security karena begitu banyaknya motor yang berada di area parkir sehingga tidak dapat diawasi secara keseluruhan. Banyak penyebab terjadinya pencurian, salah satunya adalah kurangnya sistem pengamanan pada  motor sekarang ini. Walaupun motor sekarang sudah dilengkapi dengan penutup kunci, tetapi tetap saja masih bisa dibobol. Maka dari itu diperlukan suatu solusi yang tepat untuk mencegah tindakan kriminal tersebut, salah satunya ialah penggunaan saklar pengaman.
Saklar selama ini dikenal sebagai alat untuk memutuskan dan menghidupkan aliran listrik, selain itu saklar sering ditemui di rumah atau bangunan lainnya. Saat ini permintaaan terhadap suatu pengaman motor semakin meningkat, maka dari itu dibuatlah suatu pengamanan yang sederhana dengan menggunakan sebuah alat, yaitu berupa saklar.

c.         Perumusan Masalah
      Usaha di bidang otomotif berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah kendaraan. Ada beberapa masalah yang harus dipecahkan untuk bisa memulai usaha ini , yaitu:
1.        Bagaimana cara membuat sistem pengamanan motor yang sederhana berupa saklar.
2.        Bagaimana dampak penggunaan saklar pengaman motor.
3.        Bagaimana rencana pemasaran produknya.
4.        Bagaimana kelayakan finansial untuk pembuatan saklar pengaman motor.

d.         Tujuan
Tujuan program ini adalah menganalisis peluang usaha yang memproduksi saklar pengaman motor, yaitu dengan:
1.        Merencanakan dan membuat sistem pengamanan motor yang sederhana berupa saklar.
2.        Mengukur dampak penggunaan saklar pengamanan motor.
3.        Merencanakan pemasaran produk.
4.        Merencanakan kelayakan finansial produk.

e.         Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari program ini adalah
1.        Desain produk.
2.        Desain proses produksi.
3.        Rencana pemasaran produk.
4.        Perhitungan besarnya modal usaha.
5.        Perhitungan untung rugi usaha.

f.          Kegunaan
Kegunaan dari program ini adalah menciptakan suatu karya yang kreatif dan inovatif yang nantinya bisa dijadikan sebagi peluang usaha, sehingga dengan adanya program ini dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kriminal.

g.         Gambaran Umum Rencana Usaha
Dari data kepolisian RI per Oktober 2007, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 9.451.681 yang 65 % atau 6.144.000 diantaranya roda dua, 25 % roda empat dan 10 % truk (Tempo Interaktif 17/10/2007). Jumlah sepeda motor di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang luar biasa dalam empat tahun terakhir ini. Peningkatannya mencapai 300 %. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat jumlah sepeda motor tahun ini mencapai 3,5 juta unit. Data dari BPS DKI Jakarta mengatakan bahwa jumlah sepeda motor saat ini sudah mencapai 5.136.619 unit. Jumlah ini akan bertambah 1.035 unit setiap harinya. Jumlah ini meningkat secara signifikan dibandingkan empat tahun yang lalu.
Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis tahun 1987-2008
Tahun
Mobil Penumpang
Bis
Truk
Sepeda Motor
Jumlah
1987
1 170 103
303 378
953 694
5 554 305
7 981 480
1988
1 073 106
385 731
892 651
5 419 531
7 771 019
1989
1 182 253
434 903
952 391
5 722 291
8 291 838
1990
1 313 210
468 550
1 024 296
6 082 966
8 889 022
1991
1 494 607
504 720
1 087 940
6 494 871
9 582 138
1992
1 590 750
539 943
1 126 262
6 941 000
10 197 955
1993
1 700 454
568 490
1 160 539
7 355 114
10 784 597
1994
1 890 340
651 608
1 251 986
8 134 903
11 928 837
1995
2 107 299
688 525
1 336 177
9 076 831
13 208 832
1996
2 409 088
595 419
1 434 783
10 090 805
14 530 095
1997
2 639 523
611 402
1 548 397
11 735 797
16 535 119
1998
2 769 375
626 680
1 586 721
12 628 991
17 611 767
1999*)
2 897 803
644 667
1 628 531
13 053 148
18 224 149
2000
3 038 913
666 280
1 707 134
13 563 017
18 975 344
2001
3 261 807
687 770
1 759 547
15 492 148
21 201 272
2002
3 403 433
714 222
1 865 398
17 002 140
22 985 193
2003
 3 885 228
  798 079
 2 047 022
 19 976 376
 26 706 705
2004
 4 464 281
  933 199
 2 315 779
 23 055 834
 30 769 093
2005
 5 494 034
 1 184 918
 2 920 828
 28 556 498
 38 156 278
2006
6 615 104
1 511 129
3 541 800
33 413 222
45 081 255
2007
8 864 961
2 103 423
4 845 937
41 955 128
57 769 449
2008
9 859 926
2 583 170
5 146 674
47 683 681
65 273 451
Sumber :  Kantor Kepolisian Republik Indonesia
*) sejak 1999 tidak termasuk Timor-Timur

Data Statistik Kriminal di wilayah hukum Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa kejahatan pencurian kendaraan (curanmor) di ranking pertama. Pada bulan Juli 2009 tercatat rata-rata per harinya sedikitnya 5 unit sepeda motor hilang. Angka itu belum termasuk masyarakat yang tidak melapor kepada Polisi. Menurut data statistik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro 2006, kasus curanmor menduduki peringkat teratas dibanding kasus-kasus lainnya, yaitu sebanyak 10.791 kasus. Artinya, pada 2008, setiap hari terjadi pencurian kendaraan bermotor rata-rata 29 kasus.
Sedangkan jumlah total kriminal sepanjang 2008 yaitu 54.382 kasus. Sehingga, indeks crime total curanmor (perbandingan total kriminal curanmor dengan jumlah total kriminal sepanjang tahun 2008) yaitu sebesar 0,19. Bandingkan dengan kejahatan penipuan yang menempati peringkat kedua (8.130 kasus). Pada 2009, tren kejahatan curanmor naik menjadi 11.620 kasus. Artinya, pada 2009 setiap hari terjadi 32 kasus curanmor. Sedangkan jumlah total kejahatan tahun 2009 yaitu 54.484 kasus, sehingga indeks crime total curanmor (perbandingan total kriminal curanmor dengan jumlah total kriminal sepanjang tahun 2009) yaitu sebesar 0,21. Peringkat kedua yaitu pencurian dengan pemberatan (8.182 kasus).
Sedangkan pada sembilan bulan terakhir pada 2010, curanmor masih mendominasi peta kriminalitas ibu kota, yaitu 7.282 kasus. Dengan begitu, kalau dirata-rata, setiap hari sejak 2008 telah terjadi 30 kasus pencurian. Hal itu belum termasuk warga yang tidak melapor karena kehilangan motor.
Para pengguna motor biasanya kurang sadar akan pentingnya keamanan. Keberhasilannya dipengaruhi permintaan konsumen atas meningkatnya tindak kriminal pencurian motor. Kesulitan yang dialami saat pembuatan saklar pengaman motor ini ialah pada saat proses pemasangan komponen membutuhkan ketelitian yang tinggi.
Kegunaan dari saklar pengaman motor itu sendiri yang dapat meningkatkan minat para pengguna motor untuk menggunakan alat ini. Proses pembuatan alat ini membutuhkan waktu yang relatif singkat, sehingga hasil yang diperoleh dalam pembuatan alat ini relatif banyak. Komponen-komponen yang digunakan ialah saklar yang disambungkan dengan kabel. Saklar disambungkan dengan kabel menuju strum accu.

h.         Metode Pelaksanaan
Merancang bisnis yang menguntungkan perlu mempertimbangkan beberapa hal. Perencanaan bisnis dimulai dengan memutuskan produk yang akan digeluti. Produk yang diidentifikasi dari studi pendahuluan potensial digunakan sebagai produk usaha adalah saklar pengaman. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi bentuk skalar yang diminati calon pelanggan dan sekaligus memprediksi permintaan sampai dengan aktivitas analisis kelayakan usaha. Rencana lengkap  pelaksanaan program dapat dilihat pada Gambar 1.
.

Gambar 1. Diagram Alir Pembuatan Saklar Pengaman Motor

Survei pasar dilakukan untuk mengetahui permintaan pasar. Permintaan pasar disurvei menggunakan kuisioner. Kuisioner akan memuat pertanyaan tentang bentuk saklar yang diinginkan dan niat untuk menggunakannya. Niat merupakan variable perilaku yang akan dikembangkan menggunakan teori perilaku. Kuesioner akan dibagikan ke 1000 calon pelanggan dan pengguna sepeda motor dengan sampling tidak acak. Jumlah 500 dibutuhkan untuk meningkatkan keakuratan data dan memungkinkan untuk dilakukan dengan responden dari mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. Semakin banyak responden, semakin akurat data yang diperoleh. Tapi sebaliknya, semakin banyak responden, semakin banyak biaya dan waktu yagn dibutuhkan. Dengan jumlah 500 responden, teknik analisis statistik sudah dapat digunakan untuk memperoleh kesimpulan yang berlaku umum.
   Data yang dikumpulkan dari survey akan digunakan sebagai masukan dalam mendesain saklar. Desain saklar akan dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak CATIA.  Desain produk akan diikuti dengan desain proses produksi. Desain proses produksi akan memperhatikan biaya proses paling minimum dengan mutu produk yang baik.
Pelaksanaan program yang kelima adalah proses produksi. Langkah ini terdiri dari desain pembuatan dan perakitan dari saklar, proses pembuatan secara massal sampai pengemasan. Dibutuhkan beberapa peralatan dan bahan untuk kegiatan ini, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Bahan dan Peralatan untuk Kegiatan PKM
Bahan Habis Pakai
Jumlah Unit
Saklar kecil
100 buah
Kabel warna
100 buah
Isolasi
20 buah
Plastik
100 buah
Ring
100 buah
Sekrup 1 cm
5 pak
Peralatan Penunjang
Jumlah Unit
Penjepit
200 buah
Solder timah
5 buah
Gunting
5 buah

Langkah selanjutnya adalah implementasi. Implementasi dilakukan dengan memproduksi alternatif-alternatif desain proses produksi yang telah ditentukan, kemudian dilakukan product ramp up dengan menguji coba pemasaran produk dalam jumlah terbatas untuk menghidari kerusakan pada motor. Peralatan dan bahan yang digunakan dalam merakit saklar pengaman motor ialah saklar kecil sebanyak 100 buah, kabel warna 100 buah, isolasi 20 buah, plastik 100 buah, ring 100 buah, sekrup 1 cm 5 pak, penjepit 200 buah, solder timah 5 buah, dan gunting 5 buah. Proses produksi saklar pengaman motor dilakukan selama 4 minggu dan tentu saja selama produksi berlangsung dibutuhkan transportasi dan konsumsi. Produksi akan dilaksanakan oleh semua anggota kelompok dan biayanya akan diambil dari dana yang akan diperoleh, termasuk biaya tenaga kerja, konsumsi, dan trasportasi.
Selanjutnya rencana pemasaran produk saklar pengaman dilakukan di kabupaten Bekasi. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki tingkat pencurian yang tinggi sehingga daerah Bekasi dapat dijadikan pangsa pasar penjualan produk ini. Pemasaran dilakukan langsung kepada pengguna motor dengan menggunakan beberapa strategi karena strategi pemasaran yang dipilih akan berpengaruh dalam proses produksi dari saklar tersebut.
Langkah terakhir adalah analisis kelayakan usaha berdasarkan kelayakan finansial dilakukan menggunakan metode penentuan periode pengembalian, dan analisis sensitivitas. Periode pengembalian adalah waktu yang diperlukan (dalam satu tahun) untuk mengembalikan investasi yang telah ditanamkan oleh penanam modal berdasarkan aliran kas yang dihasilkan. Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini adalah dengan membandingkan periode pengembalian investasi yang diusulkan dengan umur ekonomis aktiva, apabila periode pengembalian lebih pendek daripada umur ekonomis aktiva maka rencana investasi dapat diterima, sedangkan apabila lebih panjang daripada umur ekonomis aktiva maka rencana investasi ditolak. Alternatif dengan pengembalian yang lebih singkat merupakan pilihan yang lebih baik.



Analisis sensitifitas untuk mengetahui sejauh mana tingkat sensitifitas atau pengaruh dari beberapa variable terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan berdasarkan skenario-skenario yang logis. Pada analisis sensitifitas ini dihitung Net Present Value (NPV) yaitu metode untuk menghitung selisih nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang permintaan kas bersih di masa yang akan datang. Suatu proyek dikatakan layak secara ekonomis jika nilai NPV positif (lebih besar dari nol), dan jika sebaliknya maka proyek ditolak karena dinilai tidak menguntungkan.
Simbol Ao menunjukkan pengeluaran investasi pada tahun ke-0, At adalah aliran kas masuk bersih pada tahun ke-t, r merupakan tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemilik modal dengan memperhatikan resiko usaha, dan n adalah jumlah tahun atau usia ekonomis proyek.
            Internal Rate of Return (IRR) adalah perhitungan tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang. Suatu rencana investasi dikatakan layak jika memiliki nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga bank yang berlaku (Minimum Assractive Rate of Return/MARR). Jika terjadi sebaliknya, maka rencana investasi tersebut dianggap tidak layak untuk direalisasikan. Dengan menggunakan persamaan PW (Present Worth), IRR adalah persentase dengan persamaan:
i.                    Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan program dari penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
Tabel   Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan
Waktu
Bulan ke-1
Bulan ke-2
Bulan ke-3
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Minggu V
Minggu VI
Minggu VII
Minggu VIII
Minggu IX
Minggu X
Minggu XI
Minggu XII
Membuat kuesioner












Melakukan penyebaran kuesioner












Melakukan pengolahan data kuesioner












Melakukan Analisa Terhadap Pesaing












Pemilihan strategi Pemasaran












Mendesain proses produksi












Merencanakan pemasaran produk












Melakukan analisis  kelayakan usaha
















j.          Biaya
Rancangan biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini dapat dirinci sebagai berikut:
Tabel 2. Rancangan Biaya Pelaksanaan Program PKM
1.
Biaya Survey:


Pembuatan Kuisioner 1000 lembar @ Rp 200,-
=Rp              200.000,-
Transportasi 50 @ Rp 20.000,-
=Rp           1.000.000,-
2.



Bahan Habis Pakai:
Saklar kecil 100 buah @ Rp. 7.000,-
= Rp.
700.000,-
Kabel warna 100 buah @ Rp. 5.000,-
= Rp.
500.000,-
Isolasi 20 buah @ Rp. 1.000,-
= Rp.
20.000,-
Plastik 100 buah @ Rp. 7000,-
=Rp.
700.000,-
Ring 100 buah @ Rp. 5.000,-
=Rp.
500.000,-
Sekrup 1 cm 5 pak @ pak Rp. 6.000,-
= Rp.
30.000,-
Total
=Rp.
   2.450.000,-
3.
Peralatan Penunjang PKM:
Penjepit 200 buah @ Rp. 5.000,-
= Rp.
1.000.000,-
Solder timah 5 buah @ Rp. 50.000,-
= Rp.
250.000,-
Gunting 5 buah @ Rp. 10.000,-
= Rp.
50.000,-

Total
=Rp.
1.300.000,-
4.
Perjalanan dan konsumsi selama produksi dan pemasaran berlangsung (4 minggu @ 4 hari/minggu):
a) Transportasi 5 orang pulang pergi @ Rp. 40.000,-
= Rp.
3.200.000,-
b) Lumpsum 5 orang @ Rp. 20.000,-
= Rp.
1.600.000,-
Total
= Rp.
9.750.000,-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar